Selasa, 27 Mei 2014

Karena Jarak semua akan terasa Indah



"Aku Mencintainya" kata itu mampu mensugesti otakku untuk terus memikirkannya. Bukan karena kecantikan, kekayaan ataupun kepintaran yang mampu membuatku merasakan Virus Merah Jambu yang terus menginfeksi sebuah hati yang telah memerah. Memang kekaguman dan rasa cinta hanya memiliki perbedaan yang begitu tipis layaknya sebuah epidermis di kulit daun. Ya aku mengagumi dan mencintainya.

Dia bukanlah sosok wanita yang mempunyai banyak pria, akan tetapi dia yang banyak segala disukai banyak pria. Foto sana, foto sini dengan perempuan maupun laki-laki,bahkan yang lebih sering foto selfi dengan banyak model walaupun dia bukan model, dia hanyalah seorang yang mencintai kesehatan orang lain, wajahnya cantik, apabila  tersenyum bagaikan bulan purnama dan suaranya yang sangat merdu dan sering membuatku rindu dengannya. Ya itulah dia orang yang aku cintai diam-diam saat ini. Sebut saja namanya nyai

Sampai saat ini tak pernah sekalipun aku berani menatap matanya, menyentuhnya ataupun mengobrol lama dengannya. Dia terlalu sibuk dengan profesinya. Tapi inilah sebuah kenyataan bahwa terlalu sulit lidahku untuk mengatakan aku mencintaimu, terlalu malu mataku untuk menatapnya. Akhirnya cinta ini hanya bisa menjadi cinta sembunyi. Cinta yang selalu bersembunyi dalam hati yang paling dalam.

Malam ini aku termenung di sudut ruangan rumahku, mengingat semua tentang dirinya. Ku mencoba menuliskan semua hal tentang dirinya, Tak pernah sedikitpun rasa bosan menghampiriku ketika aku menuliskan semua tentangnya. Bahkan keadaan sibuk sekalipun ku mencoba untuk merangkai kata untuk dirinya. Terkadang aku ingin tersenyum sendiri mengingat semua itu, mengingat cinta yang mampu mencipta sebuah kebodohan. Aku baca kata demi kata  dalam tulisan yang aku buat. Senyuman selalu menyertaiku ketika aku membaca semua tulisan tentangnya di tulisan yang aku buat.

Pagi ini sungguh terasa berbeda dengan pagi sebelumnya, pagi yang indah dengan embun yang menyamarkan pandangan, matahari yang mengintip malu dari arah timur mempercantik keindahan alam, kicauan burung yang seolah menyanyikan lagu selamat pagi untukku. Mulailah ku ambil ponselku dan kuberanikan untuk mengirim pesan bbm singkat untuk dirinya, walaupun hanya ucapan “selamat pagi”, selang beberapa menit kemudian terdengar handphoneku mulai bordering tanda ada bbm masuk, aku mulai merasa senang dan dengan segera ku raih ponselku yang kusimpan di sebelah televisi, lalu setelah kubuka itu hanyalah sebuah BC dari seseorang yang mempromosikan barang dagangannya, dalam hatipun agak kesel dan jengkel kepada sang pengirim BC tersebut. Selang 5 menit kemudian Handphoneku mulai berdering kembali, kuharap itu BBM dari si “nyai” wanita yang kucinta tapi secara diam-diam. Ternyata benar perasaanku saat ini, setelah ku lihat itu BBM dari si nyai, sungguh senangnya hatiku pagi ini yah walaupun dia hanya membalasnya “selamat pagi juga J” tak butuh banyak waktu langsung saja kubalas dengan memberikanya puisi.
“walaupun mentari dan rembulan silih berganti,,
  kehadiranmu selalu kunanti,,
  walaupun hanya sebuah mimpi,,
  akan hadirmu disini J
walaupun sebenarnya aku ragu mengirim puisi ini untuk nyai yah tapi mulai saat ini aku mulai beranikan diriku untuk bisa dekat dengannya. Singkat cerita kemudian nyai pun membalas pesan BBM dariku, walaupun hanya balas “makasih, bagus kata-katanya, ini buat aku a?” nyai memanggil aku dengan panggilan aa. Waduh ini cwe kok jadi polos begini, mungkin dia sedang lelah karena kutahu semalam dia habis menjalankan tugas profesinya, mungkin aku mengirimkan puisi bukan pada waktu yang tepat. Dengan perasaan yang campur aduk seperti gado-gado yang menemaniku saat ini, kubalas saja “ iya itu buat kamu J, gimana tugasnya semalam?” setelah ini aku mulai bergegas untuk melaksakan kegiatanku hari ini, kemudian kulihat kembali handphoneku, kulihat tak ada pesan BBM dari dirinya, yah mungkin dia telah tidur karena semalam dia sedang menjalankan tugas profesinya.

Seminggu kemudian…
Hari-hari dengan dirinya semakin dekat, yah walaupun aku dengannya jarang bertemu. Mulailah kuberanikan diriku untuk menemuinya walau kutahu dia itu adalah seorang yang sangat sibuk dengan tugas profesinya, bahkan bisa dikatakan sedang hari liburpun dia masuk seperti biasa, sering kubilang “ kamu itu profesinya apa sih sebenernya satpam? Sambil ku tertawa :D ”

Sehari kemudian..
 rencana ku untuk menemuinya mendapatkan titik terang karena ku ketahui bahwa hari ini dia libur baik dalam tugas profesinya maupun dalam kegiatan perkuliahannya. Dengan menggunakan kereta hitamku kupacu dengan kecepatan cepat secepat burung burok, tak terasa kini aku sudah berada disebuah jeruji yang membatasi halaman tempat tinggalnya dengan jalanan umum. Aku mulai ragu apakah untuk menemui dirinya atau aku balik lagi kerumah, singkat cerita mulai terlihat dari kejauhan sosok wanita dengan menggunakan baju hitam dan celana jeans mendekat untuk menemuiku, pasti itu adalah nyai. Ternyata dugaanku benar dan tidak meleset sedikitpun itu adalah nyai, dia menyuruhku untuk masuk kedalam, namun karena malu dan awan sudah mulai menguning aku menolak ajakan dari dirinya, dengan alasan sebentar lagi adzan magrib, selang beberapa menit kemudian terdengarlah gemuruh adzan magrib dan aku izin kepadanya untuk menuju ke mesjid ternama yang berada disebuah kawan tersebut, kemudian diapun mengizinkan aku dan setelahku menjalankan kewajibanku, mulailah kuberanikan untuk masuk kedalam rumahnya. Mulai lah pertama kalinya kuberbincang-bincang dan bertatap muka dengan dirinya untuk pertama kalinya. Karena aku bingung harus ngapain saat berjumpa dengannya, kemudian aku melihat ada kartu remi, yah mulailah ku mengajaknya bermain kartu dengan tantangan yang “kalah ditarik idungnya” dan diapun menyetujuinya “ayo siapa takut” saat bermain kartu kita mulai merasa jenuh, karena tidak asik bermain hanya dengan 2orang walupun telah bermain kartu dengan bermacam-macam permainan. Singkat cerita akulah yang menang karena paling sedikit ditarik idungnya. Detak alunan jarum jam pun konsisten berbunyi dan tak kusangka waktu sudah menunjukkan pukul 8.30 malam, terdengar pula suara dari dalam tubuhku yang sudah tak bisa ajak kompromi. Kini mulai lah terdengar 2bunyi yang saling bersaut-sautan. Mulai kuberanikan diri untuk mengajaknya makan malam pertama kali dengannya, awalnya sih ia menolak namun dengan semakin kencangnya bunyi yang bersautan kemudian ia pun menerima ajakku. Kini kereta hitamku mulai berpacu menuju salah satu tempat makan yang  berada di bilangan Jakarta timur, mulailah kita mengobrol ngalor ngidul tak lama salah satu pelayan mendatangi kami dan memberikan menu, kota pilihlah menu yang paling favorite di sini yaitu ayam mercon. Inilah pertama kalinya kita makan malam bersama dengan canda serta tawa mengiringi makan malam kini. Berpacu dengan waktu tak kusangka bulan sudah berada pada tempatnya, dan karena waktu juga yang memisahkan kita mala mini.
Hari demi hari kini hubungan serta komunikasi kita mulailah intens, hanya jaraklah yang memisahkan kita, namun jaman telah canggih dengan menggunakan handphone sema terasa dekat. Perhatian demi perhatiaanpun sering diberikan bahkan rasa cemburupun kini mulai timbul. Kini tak ada lagi cinta diam-diam yang ada hanyalah cintanya diam-diam, yah karena kita belum siap untuk orang mengetahui tentang perkenalan kita saat ini.

Seiring berjalannya waktu mulailah ada yang mengetahui tentang perkenalan kita, karena ada pribahasa “sepandai-pandainya tupai melompat pasti dia akan jatuh juga”. Mulai lah ku kenal dengan teman-temannya pertamanya sih ku kenal dengan sahabatnya yang sering kupanggil “mpo” karena dia orang betawi asli dan orangnya asik diajak ngobrol ngalur ngidul bahkan suka gak jelas apa yang sedang kita bicarakan, canda serta tawapun sering sama-sama terdengar, bahkan tak segan cerita pribadi pun kita bicarakan, baik tentang dirinya dan diriku. Tak Cuma mpo yang ku kenal, orang kedua yang kukenal yang sering kupanggil “cius” wanita yang berbadan semampai serta memiliki idung yang bisa dikatakan mancung ini merupakan sahabat dari nyai, orangnya asik dan sering bercanda denganku karena kita pernah menjadi panitia dalam salah satu acara kampus walaupun kita beda fakultas, namun jika bertemu kita sempatkan untuk mengobrol walaupun hanya sesaat. Ada lagi teman kosannya si nyai sering ku panggil dia “della” walaupun sebelumnya tak pernah bertemu namun sekalinya bertemu seperti orang yang kenal, ntah karena sama-sama so kenal atau karena apalah, ku ketahui bahwa della merupakan salah satu mahasiswi terbaik difakultasnya karena dia anaknya pintar,cerdas dan baik, namun di dalam percintaan ku ketahui bahwa dia masih belum mau untuk memikirkan cintainya, wajarlah kalau mahasiswi yang pintar mah, pernah mempunyai pasangan tapi umurnya sangat terpaut jauh sekali, dan sekarang dengar-dengar dekat dengan pria yang umurnya dibawah dia 2tahun. Mungkin dia lebih nyaman bersama brondong. Sori del Cuma mau mendeskripsikan ajh gak lebih dari itu. Hehehehe. Waktupun berjalan dengan cepat kini ku kenal dengan banyak sahabat dari nyai ku panggil dia “abang” orangnya baik, asik dan royal. Dan masih banyak lagi namun tak bisa kurincikan satu persatu.


Kini hubunganku dengannya semakin dekat, bahkan dalam seminggu pertemuanku dengannya hampir 3 kali dalam seminggu, tak ada rasa bosan bahkan yang ada hanyalah rasa rindu, ini adalah minggu yang terakhir ku berjumpa dengannya pada bulan mei, karena hari minggu ini nyai akan menjalankan tugas profesinya selama 3 minggu di luar kota dan kembali ke ibu kota pada awal juni, pada jum’at malam merupakan malam terakhir dibulan mei bertemu dengannya, saat itu kita pergi keluar karena bosan. Disana kita makan malam untuk yang kedua kalinya disalah markas Tentara di Jakarta timur. Canda dan tawa mengiringi pertemuanku malam ini,nasehat nasehatpun terdengar jelas ditelinga, bulan nan indahpun mengiringi pertemuan kita mala mini tak terasa waktu pun semakin berjalan dan waktupun sudah larut malam, masih teringat jelas nesehat nasehat yang diberikan. Saatnya kembali menuju tempat tinggal nyai. Dan kini hanya suara dan pesan BBM saja yang sering kudapat darinya. Karena jarak yang memisahkan kita dalam 3 minggu ini.

Semoga Sukses selalu buat profesinya dan sampai berjumpa di ibu kota tanpa ada yang kurang dari sosok dirimu :) 
Good night  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar