Selasa, 27 Mei 2014

Selamat Pagi untukmu



Sepagi ini bayanganmu tak juga kutemui,hanya sepi dan sunyi yang menemaniku pagi ini,  ku buka jendela kamarku, dan mulailah ku mencoba membuat tulisan tentang dirimu. Banyak cara yang kulakukan untuk mengingatmu, walaupun  dirimu  kini sudah jarang ku temui dalam kehidupanku, kuteringat akan senyuman indahmu, kini hadirmu akan menjadi sebuah cerita masa lalu ku.
Selamat pagi kamu, iya buat kamu yang disana, kamu yang dulu selalu hadir dalam setiap hari-hariku,  Namun kini kau hanya hadir dalam imajinasiku, bagaimana kabarmu hari ini? Masih ingat kah dengan ku.?
Hai  Kamu yang selalu membuatku aku tersenyum  dengan canda serta tawamu walaupun hanya sesaat. Kamu membuatku merasakan sesuatu yang indah kini kembali, namun itu hanya perasaan aku saja dipagi ini,  semua mungkin hanya semua kenangan dalam sebuah ingatan ku saat ini.
Hai kamu, ayam sudah berhenti berkokok, mentari sudah mulai meninggi, sorak sorai orang-orang sudah mulai kembali terdengar, kamu belum bangun dari tidur indahmu? Jangan-jangan kamu lupa untuk menunaikan kewajibanmu sebagai seorang muslim? Kamu jangan tidur larut malam, itu sangat tidak baik untuk kesehatanmu, walaupun kesibukanmu selalu menghantui hari-harimu, kamu mengerti kesehatan tapi kamu tak mengimplementasikannya dalam kehidupan.
Pagi ini ponselku berdering, ku lihat ada sebuah pesan singkat , pikiranku pun menjawab itu pasti darinya, tapi ternyata itu hanya pikiranku saja, ternyata bukan dari dirinya. Hanya pesan singkat dari providerku, akhh sial kataku, ku kira ini darimu, masih teringat jelas pesan singkatmu yang selalu terkirim saat mentari mulai menyinari bumi, Pesan singkatnya terlalu lugu dan sangat manis yang selalu diberinya, dan itu membuatku tersenyum berseri-seri, walaupun hanya sesaat. Karena semua kenangan yang telah terjadi masih sering menghantui perasaanku ini.
Aku mulai ragu jika ingin menaruh perasaan ku padamu, aku tak ingin  kejadiaan dahulu terjadi kembali untuk yang kedua kalinya. Sudah cukup aku kecewa pada waktu itu, biarku merasakan sekali saja.
Ku tulis cerita ini hanya dapat menggambarkan rasaku hari pagi ini, semoga kamu baik-baik saja  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar